Welcome

AWALI HARIMU DENGAN SENYUM!

Bukan karena semua baik, kita tersenyum,..... tapi karena kita tersenyum, maka semuanya menjadi baik.

Bukan karena hari ini indah, kita bahagia,..... tapi karena kita bahagia, hari ini menjadi indah.



KISAH CINTA

1000 Burung Kertas

Oleh: Tidak Diketahui

Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran, Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl, Menggantungkannya di dalam kamar Girl. Boy mengatakan, burung-burung kertas
itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu, setiap detik Girl dan Boy selalu
merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.

Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy. Girl memutuskan untuk menikah
dan pergi ke Paris tempat yang selalu dia impikan berkali-kali itu!!
Hati Boy sangat sedih.
Sewaktu Girl mau mutusin Boy, Girl bilang sama Boy, "Kita harus melihat dunia ini
dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!!
Aku harus bisa menggunakan kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin,
sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!"

Boy mengingat kata- kata itu. Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan honorer,  bisnis kecil,  dan setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Setelah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan
atas kerja kerasnya , akhirnya  Boy  mempunyai sebuah perusahaan. Ia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu turun hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua
berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl.
Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi,
tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, Boy ingin mereka tahu kalau dia
bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai
mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.
Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan
mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan,  Boy tercengang oleh apa yang ada di depan
matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat disebuah papan nisan bertuliskan
nama Girl.
Terbayang seolah Girl sedang tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dahulu
dibuatkan Boy untuknya. Dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat seolah begitu
hidup.

Orang tua Girl lalu memberitahu Boy, sebenarnya Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Dokter mengatakan Girl tidak akan hidup lama. Setelah berpisah dengan Boy,
Girl meninggal dunia. Sebelumnya Girl ingin Boy menjadi orang yang berhasil dan
mempunyai keluarga yang harmonis,
Maka dengan terpaksa Girl berbuat demikian terhadap Boy dulu.
Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.
Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya , Girl berharap
Boy membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi.
Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat
senyum Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai terenyuh.

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat Boy sedang membukakan
pintu mobil untuk mereka.  Mereka senang kehidupan Boy seperti yg diharapkan Girl.

Lagu cinta dan kesedihan mengalun dalam hati Boy.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah. 


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

CATATAN SUAMI ISTRI


Oleh: Trevor Klein

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah.
Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut.
Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah.
Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya,
"Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan"
katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.
Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dapat membuat pernikahan kita
lebih bahagia..."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji
tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan
mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing2

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya,
sekitar 3 halaman...
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa
airmata suaminya mulai mengalir...

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis
diatas meja dan berkata dengan bahagia.
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku.
Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu.
Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku.
Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya.
Bahwa suaminya menerima dirinya apa adanya... Ia menunduk dan menangis...


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++